Rapim PTKIS KOPERTAIS IV Surabaya, IAI TABAH Raih Dua Penghargaan Sekaligus

by Jun 16, 2023Berita0 comments

IAI TABAH–Rektor Institut Ilmu Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan Dr. Alimul Muniroh, M.Ed menghadiri rapat pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dalam rangka peningkatan mutu leadership pimpinan PTKIS Kopertais Wilayah IV Surabaya, Rabu sampai Jumat (14-16/06/2023) di Hotel Harris Surabaya.

Acara ini bertujuan untuk melakukan kordinasi di PTKIS di kopertais wilayah IV Surabaya agar lebih baik. Kedua, mendorong PTKI melakukan layanan berbasis Sistem informasi secara online. Ketiga, Memberikan penghargaan kepada perguruan tinggi terkait dengan layanan akademik dan pelaksanaan tridharma Perguruan Tinggi di kopertais wilayah IV Surabaya Jawa Timur. Dari 6 kategori penghargaan, IAI Tabah berhasil mendapatkan 2 penghargaan dengan kategori Pelaporan EMIS tercepat dan tata kelola Jurnal (one prodi one jurnal).

Kegiatan itu mengusung tema, “Digitalisasi Layanan Berbasis Sistem Informasi Menejemen Kopertais Wilayah (SIMKOPTA) V 2.0.” Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya, Dr. K.H. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag., didampingi Sekretaris Kopertais, Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, S.H., M.Si., dan Tim Ahli: Dr. Arif Mansuri dan Dr. Hj. Sri Wardiati.

Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Forpim PTKIS dan 186 Pimpinan Perguruan Tinggi se Kopertais Wilayah IV Surabaya. Pada sesi pertama, Dr. Thobib Al-Asyhar, S.Ag., M.Si (Kasubdit Kelembagaan dan kerjasama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI) membahas tentang Peningkatan Mutu PTKI di era Industri 4.0.

Dalam pemaparannya, Dr. Thobib Al-Asyhar menyatakan, kebijakan moratorium pendirian PTKIS baru dimaksudkan untuk menjaga mutu dengan memberi kesempatan kepada PTKIS yang telah berizin, untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan. Dalam catatannya, terdapat 134 permohonan baru yang ditangguhkan untuk sementara waktu, meskipun itu permohonan dari tokoh, kiai atau ulama berpengaruh.

Penjagaan mutu PTKIS yang sudah ada itu bertujuan untuk, (1) peningkatan status akreditasi prodi dan institusi, (2) standarisasi pelayanan proses belajar, (3) SPMI, (4) peningkatan peringkat jurnal dan hasil riset, (5) relevansi produk pendidikan (alumni) dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita perlu mengembangkan prodi-prodi yang marketable dan dibutuhkan oleh masyarakat, namun penting juga mempertahankan prodi yang menjaga khazanah keilmuan ulama klasik,” paparnya.

Menambahkan Dr. Thobib Al Asyhar bahwa yang perlu dilakukan oleh pimpinan PTKIS adalah: (1) Akselerasi/percepatan perubahan bentuk kelembagaan. (2. Penambahan prodi yang marketable. (3) Inovasi untuk Akselerasi/Percepatan penilaian jabfung dosen. (4) Mengoptimalkan kinerja LPM. (5) Meningkatkan kerjasama dengan pihak luar negeri, pemda dan dunia industri. (6) Meningkatkan jumlah mahasiswa asing.

“Universitas di bawah naungan Kementerian Agama sangat disarankan untuk membuka prodi umum di bawah Kemendikbudristek dan tidak disarankan membuka prodi tadris. Hal ini sesuai dengan regulasi yang berlaku dan untuk memenuhi kebutuhan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. Alimul Muniroh, M.Ed, Rektor IAI TABAH Lamongan menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi yg diperoleh IAI TABAH dengan 2 kategori, penghargaan ini didapatkan karena sinergi dan kolaborasi seluruh SDM yang ada yang di IAI TABAH.

Harapannya melalui penghargaan ini juga menunjukkan bahwa IAI TABAH bukan hanya komitmen dalam pembelajaran tapi juga publikasi ilmiah. Untuk penghargaan EMIS tercepat, menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan data di IAI TSBSH sangat kompeten dan responsif. Penghargaan ini memotivasi IAI TABAH untuk meraih prestasi yang lain demi terciptanya mutu Perguruan Tinggi yang lebih baik.

Penghargaan diserahkan oleh Kordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya Prof. Akh. Muzakki, M. Ag., Grad. Dip. SEA., M. Phil, Ph.D dan oleh Kasubdit Ketenagaan Diktis Kemenag RI. Ruchman Basori, S. Ag., M.Ag

(MK. Fatih)