Ditulis oleh Ratih Kusuma Ningtias, M.Pd*

Belakangan ini sebagian banyak media yang menyuarakan tentang suramnya tahun 2023 yang terdapat resesi global yang mengancam merosotnya perekonomian di Indonesia. Resesi sendiri merupakan merosotnya nilai ekonomi di pemerintahan yang terlihat dari menurunnya daya beli masyarakat karena permasalahan finansial. Sebagai contoh pada masa pendemi yang terjadi 2 tahun lalu banyak sekali masayarakat yang dirumahkan tidak bekerja sehingga daya beli masyarakat juga menurun. Dampak tebesar akibat resesi di suatu negara yaitu dengan menurunnya naiknya suku bunga bank, terjadi pemangkasan tenaga kerja, dan juga pendapatan negara dari pajak mengalami penurunan dikarenakan menurunnya daya beli masayarakat terhadap property. Akhirnya anjloknya PPN yang masuk pada kas negara.

Dampak lain juga dirasakan oleh Pendidikan di beberapa negara akibat dari resesi. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang  memperkirakan, hampir 24 juta pelajar tidak dapat melanjutkan pendidikan sebagai dampak lanjutan pandemi Covid-19 yang melanda 2 tahun lalu. PBB juga menegemukakan baahwa jumlah pelajar yang putus sekolah di tengah resesi melonjak tajam. Hemat saya jika suatu negara terjadi resesi ekonomi yang sangat berdampak pada perekonomian masyarakat yang terjadi adalah Dampak terakhir resesi Indonesia pada aspek sosial, yang mana ketika resesi muncul akan mempengaruhi sosial masyarakat. Hal ini dapat terindikasi banyaknya penduduk miskin, kriminalitas, anak putus sekolah dan penurunan kualitas pendidikan.

Mengapa demikian? Menurunnya perekonomian pada masyarakat dan juga menjadi orang tua murid yang menjadi salah satu dampak dari resesi. Hal ini menjadi menakutkan jika orang tua kehilangan pekerjaan dan penghasilan karena beberapa perusahaan tutup. Dengan itu banyak perusahaan yang memberhentikan pekerjanya. Dan berakibat orang tua tidak memiliki pendapatan untuk membiayai Pendidikan anaknya di sekolah bahkan di perguruan tinggi.

Melihat permasalahan di atas, perlu dicari jalan keluar yang terbaik agar Pendidikan tidak terpengaruh dengan adanya  resesi ini. Bagaimanapun, Pendidikan merupakan aset bangsa yang perlu dilindungi agar anak-anak kita dapat terus belajar untuk memperoleh manfaat pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. Solusi yang dapat diberikan dalam mengatasi resesi yang mengancam dunia Pendidikan di Indonesia tahun 2023 nanti dengan:

  1. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia untuk mulai suatu Lembaga Pendidikan memiliki usaha bisnis sendiri baik di bidang jasa dan jual beli kebutuhan masyarakat. Agar suatu Lembaga Pendidikan bisa mandiri dan tidak bergantung pada harapan sehingga Pendidikan bisa terus berlangsung sesuai dengan harapan kita semua meski ditengah resesi yang mengancam.
  2. Dengan penghematan dan investasi, Lembaga Pendidikan diharapkan mampu me re-schedule rencana-rencana program dengan berfokus pada kebutuhan pokok, Tentunya hal ini akan membantu kita untuk menemukan kembali tujuan keuangan yang berbasis kebutuhan.
  3. Prioritaskan pada program-program kerja yang pokok, yang didalamnya berisi tentang penghematan anggaran Pendidikan dan berfokus pada isi dalam program kerja yang tetap harus berjalan.

Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem pendidikan, tentu merasa kekhawatiran yang sama juga penulis rasakan. Apalagi Lembaga Pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi yang mencetak para lulusan dan sarjana-sarjana muda yang tidak dipungkiri lagi bisa menjadi beban negara apabila pengangguran bertambah. Namun dari dampak resesi global ini perlu tindakan dan berfikir positif serta tetap berusaha mengatasi dan mencegah agar dampak yang dihasilkan tidak berpengaruh terhadap kehidupan kita.

*Dosen dan Kaprodi Pendidikan Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan.