IAI TABAH Selenggarakan Wisuda Program Sarjana Strata Satu XIII

by Oct 30, 2022Berita

Ahad (30/10), Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) menyelenggarakan wisuda program Sarjana Strata Satu XIII. Wisuda dilakukan secara luring bertempat di Auditorium Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan. Prosesi wisuda dibuka oleh ketua Senat IAI TABAH, H. Moh. Sahlul Khuluq, M.HI.

Adapun mahasiswa yang lulus pada tahun akademik 2022/2023 ini berjumlah 136 mahasiswa. Mereka berasal dari lima program studi (prodi), di antaranya Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT), dan Ekonomi Syariah (ES).

Setelah dibuka, agenda prosesi wisuda diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kelulusan oleh Dr. Raikhan, M.Pd.I, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan. Dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan wisudawan-wisudawati, pembacaan ikrar wisuda secara serentak, dan penyematan penghargaan kepada lulusan terbaik. Alhamdulillah, prosesi pengukuhan para sarjana muda ini berlangsung lancar dan hikmat.

Hana Nabila Riska, S.Pd. sebagai perwakilan wisudawan memberikan sambutan untuk menyampaikan kesan dan pesan selama kuliah di IAI TABAH. Lulusan PGMI angkatan 2018 ini mengutarakan bahwa kehidupan ini ibarat seseorang yang sedang berlayar di luasnya lautan. Agama adalah kompas dalam mengarahkan kehidupan yang diridhoi Allah SWT dan ilmu serta akhlak sebagai pengisi kehidupan agar tidak gersang dalam menjalaninya. Agama dan ilmu serta akhlak mulia selalu diajarkan dan dituntut di kampus tercinta kami, yakni IAI TABAH.

“Satu babak kehidupan yang begitu menyenangkan dan menggairahkan, deskripsi itulah untuk menggambarkan babak kehidupan saat menuntut ilmu di IAI TABAH. Tidak ada rasa penyesalan hanya kebahagiaan yang ada. Terima kasih seluruh civitas akademika IAI TABAH, semoga selalu diberikan kemudahan dalam mengembangkan IAI TABAH,” kesannya.

Berikutnya rektor IAI TABAH, Dr. Alimul Munuroh, M.Ed dalam sambutannya menyampaikan bahwa toga dan jas kebesaran wisuda adalah simbol keluasan ilmu dan akhlaqul karimah. Sehingga lulus menjadi sarjana harus siap menjadi contoh di masyarakat. Pemindahan tali toga dari kiri kanan juga memiliki makna agar kita yang terbiasa menggunakan otak sebelah kiri, maka saat ini harus memakai otak kanan agar seimbang. Di mana yang biasanya hanya teorisasi, sudah saatnya ilmu yang diperoleh diterapkan di masyarakat

“Visi kampus IAI TABAH, yaitu empowering the society tidak hanya di mulut saja. Tapi sudah saaatnya mengabdi dan kita selepas lulus memiliki kewajiban memberdayakan masyarakat,” tutur Dr. Alimul Muniroh, M.Ed.

Rektor yang pernah mengenyam studi di University of Malaya ini menambahkan bahwa saat ini IAI Tabah terus berbenah, salah satunya mengembangkan kampus di Utara dekat dengan pantai dan Entrepreneur Center di gedung Selatan. Selaku pimpinan, beliau juga menunjukkan beberapa capaian IAI Tabah di tahun anggaran 2022 ini pada program seleksi penelitian dan pengabdian, di antaranya lolos Litapdimas, Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS), dan International Conference on University Community Engagement (ICON-UCE).

“IAI TABAH sebagai kampus seyogyanya tidak hanya menjadi menara gading, tapi harus tersublimasi nilai-nilai yang dimiliki IAI TABAH kepada masyarakat sekitar. Sehingga memantabkan IAI TABAH menjadi kampus yang excellent dan prestigious,” tambahnya.

Untuk mengakhiri sambutan, beliau berpesan kepada para wisudawan dan wali wisuda. Dimanapun lulusan IAI TABAH nanti bekerja dan mengabdi jangan lupakan kampus tercinta. Harapannya, semoga selalu ada di hati. Tugas kami dalam membimbing, mengarahkan, dan membersamai anak-anak telah selesai, kami kembalikan ke pangkuan bapak/ibu. Semangat melanjutkan S2 dan berkarir di bidang masing-masing.

Drs. H. Fathur Rohman, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah pun menyampaikan bahwa lembaga di bawah PP. Tarbiyatut Tholabah termasuk IAI TABAH ini milik masyarakat. Sehingga mari bersama-sama saling membantu untuk pengembangan kampus. Selain itu beliau juga memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa yang diwisuda, senada dengan apa yang disampaikan oleh Rektor IAI TABAH agar selalu mengamalkan ilmunya di tengah-tengah masyarakat.

“Amalkan apa yang didapatkan selama kuliah. Karena mengamalkan ilmu itu juga shadaqah. Shadaqah dapat menolak balak, agar cita-cita kalian tidak ada yang menghalangi,” pesan ketua Yayasan.

Dr. Drs. KH. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag. selaku wakil koortdinator Kopertais Wilayah IV Surabaya dalam sambutannya memberikan gambaran proses perubahan IAI menjadi universitas. Syaratnya adalah IAI Tabah harus selalu melakukan komunikasi. Karena Kopertais hanya sebagai perantara saja. Doktor bidang Ilmu Alquran dan Tafsir ini juga menegaskan bahwa tidak akan pernah sama antara orang yang berilmu sama orang yang tidak berilmu. Bedanya seorang yang sudah sarjana tampak di sisi perilaku dan pengabdiannya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lamongan, Hidayat Rahman, S.Pd., MM. juga selaku Perwakilan Gubernur menyampaikan salam dari Bu Khofifah Indar Parawansa. Selamat atas diwisudanya program strata satu IAI TABAH. Semoga rangkaian acara wisuda ini bermanfaat dan membawa berkah. Berpeganglah pada tiga karakter, yaitu Inisiatif, Kolaboratif, dan Inovatif. Selain itu, untuk menjadi sukses jangan lupa rajin bekerja, jujur, serta sayangi dan minta doa kedua orang tua.

Dr. Imam Syafi’i, M.Pd. selaku pelaksana tugas (Plt.) Direktur Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendis Kemenag RI menandatangani plakat peresmian Aula El Mushtofa IAI TABAH sekaligus menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul “Tantangan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam di Era Digital”. Beliau menerangkan bahwa jumlah sarjana di Indonesia belum mencapai 7%. Sehingga patut disyukuri mahasiswa yang telah diwisuda dan mendapat gelar sarjana termasuk dalam komunitas elit. Wujud syukur dengan cara menebar manfaat kepada masyarakat.

Dr. Imam Syafi,i, M.Pd. saat memyampaikan orasi ilmiah

Beliau juga memaparkan jumlah Perguruan Tinggi Islam di Indonesia lebih kurang ada 700 swasta dan 58 negeri dengan memiliki lebih dari 3000 pilihan program studi. Maka, perluasan akses untuk masyarakat sudah sangat terpenuhi. Namun, di era digital saat ini mutu relevansi daya saing harus digenjot. Pendidikan tinggi tanpa inovasi, pasti mati. Dikarenakan perkembangan sedemikian pesat, baik itu perubahan teknologi maupun kemajuan sosial masyarakat.

Upaya pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pengajaran (transfer knowledge), penelitian atau riset sebagai ruhnya perguruan tinggi, dan pengembangan serta penyebarluasan ilmu pengetahuan melalui pengabdian masyarakat. Sehingga ilmu yang disampaikan dapat diimplementasikan untuk masyarakat. Di samping itu, bekal kemampuan untuk menghadapai era digital yang harus dimiliki oleh setiap lulusan biasa dikenal dengan istilah 4C, antara lain: Critical Thinking (berpikir kritis), Creative (kreatif), Communication (mampu menyampaikan ide gagasan), dan Collaborative (bekerja bersama-sama).

“Jenjang pendidikan boleh berhenti, tapi belajar harus terus dilakukan. Bergembiralah dan berbahagialah sewajarnya. Karena yang terpenting, sebagai sarjana ada tanggung jawab intelektual dan tanggung jawab moral di pundak kalian,” pesan Dr. Imam Syafi’i saat mengakhiri orasi ilmiah beliau.

Acara wisuda ini juga dihadiri oleh beberapa stakeholder, mitra IAI TABAH, pejabat, dan muspika setempat di antaranya Ir. Munif Syarif, M.M. (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan), Syarif hidayatullah (Wakil Kepala BAZNAS Lamongan), KH. Salim Azhar (Rois Syuriah NU Kab. Lamongan), Gus Syahrul Munir, M.Pd.I (Katib Syuriah PCNU Lamongan), KH. Musthofa Abdurrahman (Kyai Sepuh Pesantren Tarbiyatut Tholabah), KH. Moh. Nashrullah Baqir Adelan (Pengasuh PP. Tarbiyatut Tholabah), Kepala Desa Kranji, Camat Paciran, Anas Thoha, M.Pd. (Ketua IKBAL TABAH), Imam Syafi’i, S.Pd.I. (Ketua Ikatan Alumni IAI TABAH), dan beberapa kepala madrasah. (hsn)