IAI TABAH Kerja Sama dengan UGM Selenggarakan Seminar dan Bedah Buku

by Jul 25, 2022Berita

Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI Tabah) Lamongan terus aktif menumbuhkan semangat akademik kampus dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan seminar.

Sebagai kampus berkarakter pesantren, IAI Tabah menunjukkan eksistensinya dengan aktif mendorong para dosen untuk berkarya dan menulis karya ilmiah. Salah satunya menggelar kegiatan seminar dan beda buku.

Acara tersebut bekerja sama dengan Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Seminar dan bedah buku ini digelar pada hari, Minggu 24 Juli 2022.

Bertempat di Aula kampus IAI Tabah, acara ini dihadiri langsung oleh Tim penulis buku yang berjudul ‘Agensi Perempuan Dalam Lingkaran Ekstremisme Kekerasan: Narasi Dari Poso, Bima, Lamongan, dan Deli Serdang’. Selain itu, turut hadir mahasiswa dan dosen IAI Tabah.

Bedah buku Agensi perempuan dalam lingkaran ekstremisme kekerasan

Alimul Muniroh, Rektor IAI Tabah menyampaikan bahwa seminar dan beda buku ini merupakan upaya untuk mewujudkan perdamaian dan menciptakan keamanan dan perdamaian dunia khususnya dalam konteks keagamaan. 

“Konsep moderasi beragama seyogyanya perlu terus ditumbuhkembangkan dengan cara aktif melakukan seminar di kampus kampus, dii satu sisi juga dapat menumbuhkan iklim akademik di lingkungan perguruan tinggi swasta,” kata Alimul Muniroh dalam sambutannya.

Rektor IAI Tarbiyatut Tholabah Dr. Alimul Muniroh, M.Ed memberikan sambutan saat bedah buku

Sementara itu, Muhammad Najib Azca (ketua tim penulis buku) menjelaskan, buku yang berjudul ‘Agensi Perempuan Dalam Lingkaran Ekstrimisme Kekerasan’ menyajikan hasil studi kaum perempuan dalam lingkaran ekstrimisme kekerasan di empat wilayah, yaitu Poso, Bima, Lamongan, dan Deli Serdang.

Ia pun menuturkan, studi komparatif dalam buku itu berangkat dari fenomena baru maraknya keterlibatan perempuan dalam aksi dan gerakan Ekstrimisme Kekerasan. 

“Studi komparatif yang dilakukan di empat wilayah menunjukkan dinamika lokal yang berbeda. Poso dan Bima merepresentasikan wilayah dengan geliat gerakan ekstrimisme yang cukup kuat, sedangkan Lamongan dan Deli Serdang merupakan wilayah dimana ikhtiar kontra Ekstrimisme Kekerasan bertumbuh baik digerakkan oleh aktor aktor lokal,” jelasnya.

Sebagai tambahan informasi, tim penulis buku ‘Agensi Perempuan Dalam Lingkaran Ekstrimisme Kekerasan’ ini di antaranya; Muhammad Najib Azca, Umi Najikhah Fikriyati, Moh. Zaki Arrobi, Erin Gayatri, Rani Dwi Putri. (MK. Fatih)