Pembinaan Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0 oleh LPTNU PBNU

by Jul 3, 2022Berita

Pengurus LPTNU Pusat mengadakan Pembinaan Pengisian Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS 4.0) dengan 9 kriteria pada Sabtu tanggal 2 Juli 2022, hal ini ini dilakukan dalam rangka untuk mengawal Perguruan Tinggi yang berada dilingkungan NU khususnya diwilayah Kabupaten Lamongan.

Menurut Dr. Ah. Luthfi Hamidi,M. Ag. (Mantan Rektor IAIN Purwokerto 2010-2019) selaku narasumber tunggal dalam kegiatan tersebut, dan beliau juga  asesor BAN-PT, serta pengurus LPTNU Pusat menyatakan “ saya berkewajiban melakukan pendampingan akreditasi kepada PT yang berada diwilayah Lamongan karena disamping sebagai putra daerah (asli Lamongan putra alm. KH. Nur Salim), saat ini juga LPTNU pusat sedang melakukan penjajakan diberbagai wilayah dalam rangka menyusun program pembinaan kepada seluruh PTNU di Indonesia, khususnya dalam penyusunan IAPS/IAPT 4.0 baik dalam lingkup BAN-PT maupun LAM”.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Unisla II Paciran ini, dihadiri oleh beberapa Tim Akreditasi dan LPM dari perguruan Tinggi NU yang berada dikawasan Lamongan, termasuk dari Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) yang di wakili oleh Dr. Raikhan, M.Pd.I selaku Wakil Rektor I yang membidangi bidang akademik dan pengembangan kelembagaan, dalam hal ini sebagai leading sektor dalam setiap akreditasi yang ada di IAI TABAH.

Pada kesempatan ini banyak dijelaskan terkait tehnik pengisian dan perhitungan nilai sehingga perguruan tinggi ataupun tim akreditasi tidak bingung dan galau dalam menyusun LKPS/LED, setiap kriteria dijelaskan secara detail. Dr. Raikhan selaku perwakilan dari IAI TABAH, menyatakan bahwa kegitan ini sangat dibutuhkan dalam rangka untuk perbaikan penyusunan IAPS/IAPT kedepan terutama dalam menghadapi instrument oleh LAM yang saat ini sudah terbentuk dan PTKI terikat untuk mengikuti regulasi tersebut.

Dr. Ah. Luthfi Hamidi, M.Ag, pada setiap sesinya selalu mengingatkan bahwa bukan lagi saatnya kita mempertajam keegoan masing-masing PT, boleh kita bersaing tapi bersaing dalam kebersamaan untuk bangkit bersama, karena hanya dengan kolaborasi kunci dari keberhasilan saat ini, apalagi dalam pengisian IAPS 4.0 kolaborasi menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung peringkat nilai akreditasi. (RN)