Webinar Islam Pesisir “Dari Masyarakat Islam Pesisir, Untuk Peradaban Nusantara”

by Aug 13, 2020Berita

Lamongan, iai-tabah.ac.id. Web Seminar yang diadakan perdana setelah pergantian rektor baru periode 2020-2024 oleh Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan berjalan dengan lancar. Respon yang luar biasa setelah pemberitahuan webinar dishare di grup-grup whatsapp dan media sosial IAI TABAH, pendaftaran peserta di link yang sudah tertera mencapai 440 peserta.

Pelaksanaan webinar Islam Pesisir pada hari Rabu, 12 Agustus 2020 dimulai pukul 09.00-12.00, antusiasme peserta terlihat dari pukul 08.00 sudah banyak peserta yang masuk link zoom, materi yang disampaikan sangat menarik sehingga acara berakhir pukul 12.40 WIB.

Webinar ini dimoderatori oleh Bpk. Ahmad Badrut Tamam, M.HI, wakil rektor II IAI TABAH dengan keynote speaker Dr. Alimul Muniroh, M.Ed. Rektor Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan. adapun narasumber webinar Islam Pesisir sebagai berikut;

1. Prof.Dr.H. Nur Syam, M.Si

(Guru Besar Sosiologi UINSA, Surabaya, Penulis Buku Islam Pesisir)

2. Nyai Hj.Lujeng Lutfiyah,M.Th.I

(Dosen IAI TABAH Lamongan)

3. Assoc.Prof. Drs. Mahmud Musta’in, M.Sc.,PhD

(Ketua Badan Kemaritiman PWNU Jatim, Ka.Lab.Infrastruktur Pantai&Pelabuhan,ITS Surabaya.

4. Dr. Abdul Muhid, M.Si

(Editor in Chief Jurnal Engagement FKDP)

Rektor IAI TABAH dalam penutupan webinar membuat surprise dengan mel-aunching Pusat Pengkajian Islam Pesisir yang disingkat PASIR. Pusat pengkajian tersebut kedepannya akan dijadikan sebagai wadah yang konsen untuk merancang grand design dan road map serta segala sesuatu yang berhubungan dengan rencana pengembangan Islam pesisir. Dalam kesempatan ini juga Dr. Alimul muniroh memohon doa, dukungan serta kerja sama dari semua pihak agar cita-cita besar IAI TABAH sebagai pusat pengkajian Islam pesisir dapat terlaksana.

IAI TABAH sebagai kampus yang berada di pesisir pantai utara Lamongan yang berdampingan langsung dengan masyarakat Islam pesisir yang memiliki ciri khas tradisi dan ritual tertentu, harus bergandeng tangan dengan masyarakat untuk melakukan pengembangan-pengembangan potensi yang ada, baik melalui penelitian maupun pendampingan masyarakat. IAI TABAH juga harus terus melakukan inovasi dan terobosan kurikulum yang mengakomodir tradisi dan potensi lokal sehingga menghasilkan alumni-alumni peka terhadap lingkungannya. Terakhir, IAI TABAH harus memperkenalkan produk-produk unggulannya melaui publikasi ilmiah, baik melalui buku, jurnal dan lain sebagainya sehingga bisa diakses oleh masyarakat luas.