KKN IAI TABAH DI BETIRING PERSEMBAHKAN JARING

by Aug 28, 2019Berita

Pemberdayaan Masyarakat Lokal dengan JARING (Jagung Betiring), Usaha bersama oleh masyarakat Dusun Betiring Desa Sumberagung Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan dengan Mahasiswa KKN PAR IAI TABAH Lamongan
Pemberdayaan Masyarakat Lokal dengan JARING (Jagung Betiring), Usaha bersama oleh masyarakat Dusun Betiring Desa Sumberagung Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan dengan Mahasiswa KKN PAR IAI TABAH Lamongan

Menggerakkan masyarakat untuk memaksimalkan potensi lokal merupakan salah satu tugas mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).  Sebelum meninggalkan dusun Betiring Brondong,  mahasiswa  KKN Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran menggelar pelatihan menaikkan nilai tambah produk lokal. Tahun ini mengolah produksi jagung dan memanfaatkan limba ternak. Dipilihnya dua garapan tersebut tidak lepas dari hasil pemetaan masalah yang dilakukan mahasiswa pada pekan pertama.  Mahasiswa KKN membuat daftar isian masalah atau DIM untuk dianalisis. “Banyak temuan, tetapi akhirnya mengerucut pada upaya peningkatan potensi lokal jagung dan pemanfaatan limbah ternak sapi, ”ujar Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Sifwatir Rif’ah, SE, MM. Selasa (17/08/2019). Dijelaskan lebih lanjut, selama ini panen produksi jagung petani di dusun Betiring Sumberagung Brondong langsung dijual kepada pedagang, bahkan ada yang dijual sebelum panen. Mahasiwa KKN kemudian berkoordinasi dengan ketua dusun untuk memberikan bekal kepada warga masyarakat. “Oleh karena KKN ini berbasis PAR (Participatory Action Research) yang melibatkan masyarakat kemudian ditindaklanjuti dengan praktik, maka para pihak dilibatkan dalam  mengelola potensi lokal agar nilai ekonominya bertambah. Lalu disepakati melaksanakan dua jenis pelatihan, yaitu untuk ibu-ibu meningkatkan nilai tambah jagung dan untuk bapak-bapak temanya tentang pemanfaatan limba ternak,”lanjutnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, dihadirkan Aribatul Isnaini, produsen cokelat Turqy yang beberapa waktu lalu produknya nangkring dalam pameran UMKM di Rusia. Pretty Ibah memberi skill kepada masyarakat terkait pengolahan makanan berbahan jagung. Dalam praktik, dengan modal 8 potong jagung yang  diblender, air perasannya dibuat ice cream,  jus dan jeli dan ampasnya dijadikan bahan utama nugget. “Kita baru saja membuktikan  proses peningkatan nilai tambah jagung. Jika sekilo jagung dihargai Rp3.500,00 maka ketika diolah menjadi berbagai produk barang konsumsi dengan menambahkan sedikit bahan lain dan keterampilan maka nilai ekonominya akan meningkat berlipat-lipat. Jagung dipecah menjadi makanan ternak bisa dijual Rp12 ribu. Delapan jagung seharga Rp10 ribu tadi bisa dioleh menjadi banyak varian makanan yang kalau ditotal senilai lebih dari Rp150-an ribu. Tentu ada biaya tambahan untuk bahan sedikit,”  jelas Ibah yang sehari-hari adalah guru di MTs TABAH Kranji dan pengajar ‘cookingclass’tersebut. Usai pelatihan, masing-masing warga masyarakat yang hadir dapat menyicipi segelas jus jagung dan sebungkus nugget goreng yang lezat. demikian juga mahasiswa KKN, bahkan mendapat bonus beberapa pack ‘ice cream’ jagung. Kepala dusun Betiring Kartaji berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang mengenalkan masyarakat petani setempat dengan keterampilan yang belum ada sebelumnya. Hasil kerja sama antara masyarakat dan mahasiswa dalam menggali dan memanfaatkan potensi lokal ini merupakan buah dari model KKN PAR yang variabel kuncinya adalah  participatory, action dan research.  Kerja-kerja riset dengan menggandeng masyarakat sebagai mitra bukan obyek menghasilkan ‘action’ yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu hasil dari KKN PAR IAI TABAH di Betering adalah produk olahan dari bahan dasar jagung Betiring ini kemudian disingkat Jaring. (sip)