Warisan Perahu Tradisional Ijon-Ijon Lambat Laun Mulai Kehilangan Penciptanya

by | Jul 17, 2023 | Opini | 0 comments

Oleh: Sjahidul Haq Chotib
(Dosen IAI Tarbiyatut Tholabah Lamongan)

Perahu Tradisional Ijon-ijon
Cat Air di kertas, 21×30 cm, 2021
Karya: Sjahidul Haq Chotib

Lamongan patut berbangga memiliki perahu tradisional ijon-ijon yang ciri khas yang unik dan menarik, bahkan sudah dipatenkan dan tidak bisa diakui oleh daerah lain. Cuma yang menjadi permasalahan adalah, apakah generasi sekarang mengenal itu perahu tradisional ijon-ijon? ada kepeduliankah pelestarian terhadap perahu tradisional ijon-ijon? dan masih adakah pengrajin perahu tradisional ijon-ijon?.  Perahu tradisional Ijon-Ijon ciri khas Lamongan diklasifikasikan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Perahu tradisional ini berasal dari Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Pada tahun 2022 kemarin Perahu Ijon-ijon Lamongan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Perahu itu dinominasikan dalam kategori Kerajinan dan Kerajinan Tradisional. Perahu Ijon Ijon Tradisional merupakan kerajinan tradisional warga Desa Kandangsemangkon Kecamatan Paciran. Perahu yang dibuat memiliki keunikan dan kearifan tersendiri dibandingkan perahu buatan nelayan tradisional Indonesia lainnya.

Keunikan tersebut antara lain terletak pada produksi kapal yang pelat lambungnya terlebih dahulu dibuat menggunakan template dan bukan lambung bagian dalam. Ini berbeda dari teknik pembuatan kapal lainnya. Perahu Ijon Ijon yang dibuat oleh masyarakat Lamongan dikenal sebagai perahu dengan penjelajah lautan lepas yang sangat tangguh dan baik. Bahkan awak dan penumpang kapal Van der Wijck yang tenggelam di Laut Utara Lamongan pada tahun 1936 berhasil diselamatkan oleh kapal tersebut. Perahu Ijon-ijon merupakan perahu tradisional yang proses produksinya diwariskan secara turun-temurun. Kapal ini memiliki beberapa fungsi: menangkap, menyimpan, mengangkut dan mendinginkan atau mengawetkan ikan.  

Menurut masyarakat setempat, perahu ini memiliki arti perahu wanita Wedok. Ini karena perahu ini memiliki lambung yang panjang, rata, dan tebal. Selain itu, simbol seperti topeng, mata, alis, botol, mahkota, dan bunga ditempatkan di lambung perahu. Pembuatan dermaga tradisional Ijon-Ijon merupakan usaha informal. Perusahaan ini merupakan perusahaan personal dengan keterampilan yang dipelajari secara otodidak dan diturunkan dari generasi ke generasi. Langkah produksinya juga berbeda dengan galangan kapal di daerah lain, terutama dalam metode konstruksi dan perakitan, diketahui bahwa perahu tradisional Ijon-Ijon lambat laun kehilangan pembuatnya karena tidak ada perusahaan pelayaran yang terus membuatnya. perahu kayu. Bahan baku kapal bukan sembarang kayu, melainkan kayu yang bahannya tahan cuaca dan kedap air sehingga harganya lebih mahal. 

Warisan perahu tradisional di Indonesia lambat laun kehilangan penciptanya, hal ini dapat berujung pada kehancuran perahu tradisional. Maka sebagai generasi penerus dan masyarakat setempat terutama bermata pencaharian nelayan seyogyanya terus mendorong pemuda Indonesia untuk berkreativitas dalam pembuatan perahu tradisional, yang tentunya juga termasuk perahu kuno. perahu yang dipadukan dengan kecanggihan teknis. []